Pentingnya Imunisasi Untuk Bayi Berikut 5 Alasannya

Untuk buah hati yang baru saja lahir tentunya sangat wajib mendapatkan imunisasi bayi. Imunisasi, seperti yang telah kita ketahui, berfungsi untuk mencegah penyakit mematikan yang datang dikemudian hari. Namu, beberapa orang tua masih menganggap imunisasi adalah hal yang tabu dan menyebabkan sakit pada bayi setelah imunisasi. Sehingga, yang terjadi bayi tidak mendapatkan vaksin yang dibutuhkan.

Badan kesehatan dunia alias WHO, mendefinisikan imunisasi bayi adalah sebuah proses dimana seseorang akan menjadi kebal atau resistan terhadap penyakit yang berbahaya dan menular. Imunisasi atau pemberian vaksin adalah sebuah upaya penting guna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi menjadi sangat penting untuk semua orang terlebih imunisasi bayi. Oleh karena itu, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013, bahwa setiap orang tua wajib memberikan vaksin imunisasi.

Selain diwajibkan oleh pemerintah, berikut adalah 5 alasan mengapa wajib melakukan imunisasi anak:

  1. Dampak Penyakit Infeksi Lebih Berbahaya Daripada Dampak Efek Samping Imunisasi

Berbagai penyakit yang datang dari infeksi, pada umumnya memiliki dampak yang berat, berbahaya. Infeksi ini dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Segala macam dampak yang berbahaya yang ditimbulkan infeksi ini, dapat dicegah jika orang tua melakukan imunisasi anak.

Efek samping dari pemberian imunisasi yang banyak ditakuti para orang tua, ternyata hanya sebatas demam biasa. Tentunya tidak lebih berbahaya dibandingkan terkena infeksi akibat tidak sadar imunisasi bayi.

  1. Imunisasi Diberikan Secara Teratur

Ikatan Dokter Indonesia dan Kementerian Kesehatan, telah menyusun jadwal pemberian imunisasi sedemikian rupa. Jadwal ini disesuaikan dengan usia kelompok yang paling rentan terkena penyakit tertentu.

Contohnya, pneumonia alias radang paru, dan meningitis atau radang selaput otak, sedang banyak terjadi di kelompok usia kurang dariĀ  1 tahun. Maka, jadwal pemberian imunisasi harus diberikan sejak bayi berumur 2 bulan, dan tidak ada penundaan hingga usia bayi mencapai lebih dari 1 tahun.

  1. Diperlukan Imunisasi Booster

Kadar kekebalan antibodi yang terbentuk pada bayi, menurut penelitian adalah lebih baik dibandingkan anak yang lebih besar. Karena itulah, vaksin diberikan sebagian besar pada saat bayi usia 6 bulan.

Lantas kemudian, beberapa jenis vaksin wajib dilakukan pemberian ulang setelah anak berusia 1 tahun, disebut dengan imunisasi booster. Hal ini dilakukan guna mempertahankan kadar antibodi untuk jangka waktu yang lama.

  1. Besarnya Dampak Positif dan Manfaat Imunisasi

Kuman ada dimana-mana, dan sangat mungkin sekali peluang anak terkena penyakit menjadi lebih besar dan sering terjadi. Jika anak telah di imunisasi sebanyak 80%, maka segala macam penyakit dan infeksi akan dapat dicegah. Selain itu juga dapat mencegah menyebarnya penyakit tertentu di suatu lingkungan.

  1. Imunisasi Adalah Hak Untuk Setiap Anak

Di Indonesia sendiri, imunisasi telah gencar dilakukan sejak tahun 1970. Salah satu alasan pemberian imunisasi ialah untuk memenuhi Konvensi Hak Anak yang diultimatumkan PBB pada 2 September 1990. KHA sendiri meliputi hak untuk kelanjutan hidup, hak atas perlindungan, hak untuk berkembang, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ada banyak penyakit yang dapat dicegah dengan hadirnya imunisasi anak. Jika suatu wilayah memiliki rasio imunisasi yang rendah, maka tingkat penyebaran penyakit dan infeksi juga akan menjadi semakin besar. Satu anak yang menderita sebuah penyakit menular, akan dengan cepat menyebarkan penyakit tersebut ke lingkungannya.

Jadi, setiap orang tua wajib memberikan imunisasi begitu juga dengan pemerintah.

Demi untuk kesehatan terbaik dan pesatnya tumbuh kembang anak. Dengan memberikan imunisasi anak, maka orang tua sudah berperan serta memenuhi hak anak yang telah digadang oleh PBB.