Tips melakukan charging smartphone dan laptop

CARA YANG BENAR MELAKUKAN PENGISIAN DAYA LAPTOP DAN PONSEL


Tips melakukan charging smartphone dan laptop
Selamat Datang di Blog Orang IT , selama ini kita sering mendengar saran mengenai tips bagaimana mencharging smartphone dan laptop yang benar yaitu jangan mencharger perangkat elektronik ketika daya nya sangat lemah atau kurang dari 20% dan jangan melakukan charger terlalu sering karena bisa mengurangi siklus baterai / baterai cycle . Apakah anda sering menuruti nasehat diatas atau hanya dijadikan sebagai pengetahuan hehe 

Beberapa waktu lalu justin pot melakukan penelitian mendalam seputar tips yang beredar di internet tersebut dan membuat kesimpulan bahwa semua hal tersebut tidak lah benar dan beberapa larangan malah dianggap menghambat fungsionalitas dari perangkat elektronik tersebut

Ini semua berawal ketika mas Justin melihat postingan seorang pengguna Reddit, slinky317 yang menimbulkan pro-kontra di kalangan pengguna smartphone (sebagian besar Android) , semua orang bebas mengeluarkan opini nya

Saya menemukan tips yang menjadikan kehidupan saya jauh lebih baik. Jika menurut saya hari ini ponsel saya tidak akan kuat bertahan hingga akhir hari, maka saya langsung menancapkan ponsel ke charger. Dalam perjalanan jauh di mobil dan baterai 90%? Tancapkan saja ke kantor. Di kantor? Mulai charging.
Dalam akun pribadinya mas justin sangat terkejut melihat saran seperti itu dibagikan oleh banyak orang dan dianggap sebagai suatu kebenaran , dari banyak artikel di internet menyatakan semua jenis baterai baik lition litium memiliki kapasitas chargernya sendiri biasanya antara 600-800x charger jadi jika sebuah perangkat terlalu sering dicharger maka hal itu buruk karena mengurangi masa pakai baterai


Karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya mas justin bertanya kebeberapa orang yang memiliki keahlian dibidang baterai dan teknologi penyimpanan , hasilnya ternyata pernyataan yang dibagikan oleh slinky317 benar adanya / fakta

 Melakukan charging dimana saja dan kapan saja sebenarnya tidak menimbulkan hal buruk bagi baterai perangkat elektronik anda , yang paling penting adalah segera cabut charger jika daya baterainya sudah penuh jangan biarkan perangkat anda tercharger dalam waktu yang sangat lama kecuali memiliki fitur untuk memutuskan arus listrik otomatis ketika persentase daya sudah terlampaui

Lalu bagaimana dengan teori kapasitas baterai yang jelas diberbafai situs teknologi katanya setiap pabrikan baterai menuliskan batasan maksimal baterai bisa dicharger sampai beberapa kali, jangan kan baterai perangkat lain seperti printer pun memiliki batas maksimal jumlah print out yang ditetapkan oleh pabriknya yang menunjukkan bahwa dalam jumlah tersebut kapasitas penampung tinta nya sudah penuh dan harus dibersihkan baru direset dari 0

Ternyata sistem siklus baterai bukanlah berdasarkan setiap kali kita menancapkan dan melepaskan baterai dari charger, melainkan dihitung satu siklus utuh dari 0 ke 100%. Ini dibuktikan dengan dokumentasi Apple sebagai berikut:

Misalnya, Anda dapat menggunakan separuh daya notebook Anda dalam satu hari, dan kemudian melakukan charging hingga penuh. Jika Anda melakukan hal yang sama di hari berikutnya, maka ini akan dihitung sebagai satu siklus charging, bukan dua. Dalam hal ini, mungkin akan perlu waktu beberapa hari untuk menyelesaikan satu siklus penuh.
Ini berarti bahwa menancapkan ponsel ke charger saat 95% tidak akan dihitung sebagai satu siklus charging; ini dihitung sebagai 5% dari satu siklus. Jadi lain kali jika anda mendapatkan kesempatan untuk charging, maka hitungan itu akan dilanjutkan sehingga tercapai satu siklus. Dengan demikian, sebenarnya kita tidak perlu menunggu hingga baterai habis terlebih dahulu baru kemudian charging.

Penelitian selanjutnya mengungkap bahwa pengguna ponsel dan laptop modern tidak perlu lagi khawatir tentang ‘baterai memory’ – Ini adalah masalah dari zaman dulu kita perlu untuk charging baterai hingga penuh untuk menghindari masa pakai baterai cepat habis. Baterai Lithium ion tidak memiliki masalah seperti baterai NiMH dan NiCd sebelum tahun 2010. Tipe baterai lama tersebut memiliki ‘efek memori’ yang mana kapasitas maksimalnya akan perlahan-lahan berkurang jika di-charge saat baterainya belum habis. Praktiknya seperti ini: Jika baterai anda 50%, kemudian anda melakukan charging hingga penuh, maka baterai akan ‘mengingat’ 50% charging ini sebagai level charging maksimal. Namun dengan lithium ion, ini bukan lagi masalah. Charging berulang kali tidak akan memengaruhi kesehatan baterai.

Dengan memusingkan ritual charging baterai, takutnya malah anda akan menjadi tidak produktif. anda memperhitungkan pekerjaan anda dengan berdasarkan siklus charging baterai yang biasa anda lakukan. Jadi lakukan saja charging saat anda punya waktu untuk melakukannya dan jangan terlalu khawatir untuk melakukan charging meskipun saat itu baterai anda baru 70% atau 50%. Manfaatkan saja baterai anda semaksimal mungkin, asalkan sebisa mungkin cepatlah mencabut charger saat baterai sudah mencapai 100%, karena dari banyak kejadian, terkadang baterai kurang mampu menangani panas yang muncul jika baterai di-charge dalam jangka waktu yang panjang.

Belum ada Komentar untuk "Tips melakukan charging smartphone dan laptop"

Posting Komentar

Sumber artikel: Pengetahuan penulis , pos tamu , tulisan temen dan situs lain

Jika ingin melakukan full copas/nyepin cantumkan sumber , dari pada site-mu saya laporkan ke DMCA ditandai sebagai web spam dan disembunyikan dari Serp

Apabila ditemukan dead link tolong beri tahu saya melalui komentar

Tidak menerima pemasangan slot iklan apapun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel