Fenomena Software Payroll di Indonesia

Software payroll atau perangkat lunak penggajian saat ini sebenarnya sudah bukan konsep baru. Di negara – negara maju, software payroll sudah lumrah dipakai untuk menyederhanakan tugas – tugas penggajian. Seperti menyajikan data karyawan, upah karyawan, potongan, cuti/ lembur, slip gaji hingga laporan keuangan bulanan. 

Fenomena Software Payroll di Indonesia

Tetapi, pertanyaan besarnya, bagaimana dengan kondisi di Indonesia sendiri? Sayangnya, di tanah air sebagian perusahaan masih ragu menggunakan kemudahan software payroll berbasis cloud yang sangat fleksibel ini. Berikut fenomena software payroll di Indonesia yang perlu Anda ketahui:

1. Tingkat akurasi software payroll

Fenomena yang pertama ini masih banyak terjadi di dunia industri tanah air. Sebagian industri jasa atau perusahaan di Indonesia meragukan tingkat akurasi perhitungan dengan mesin atau perangkat lunak. Manajemen perusahaan beranggapan bahwa masih perlu pemeriksaan secara manual untuk memastikan seluruh kebutuhan payroll. Padahal, justru di sinilah peran software payroll yang berbasis teknologi otomatis, dapat mencegah kesalahan manual agar penghitungan gaji dapat terselesaikan dengan baik.

2. Kredibilitas software payroll

Di Indonesia, tidak jarang sistem payroll akan dialihdayakan ke pihak ketiga. Tetapi, muncul masalah baru. Bukan karena tidak percaya dengan hasil akurasi software payroll, tetapi justru pada kerahasiaan data payroll dan data karyawan yang dikhawatirkan bisa tersebar ke pihak – pihak lain baik internal atau eksternal manajemen perusahaan. Faktanya, payroll outsourcing terbukti telah membantu perusahaan semakin produktif dengan kerahasiaan data yang terjamin. Di samping itu, payroll menggunakan jasa akuntan kelas dunia dan berpengalaman dengan biaya yang lebih efisien.

3. Fungsi manajemen SDM terintegrasi sistem payroll

Fenomena software payroll di Indonesia di masa mendatang akan saling terintegrasi dengan divisi atau lini bisnis lain dalam perusahaan. Fungsi manajemen SDM dapat diintegrasikan dengan software payroll untuk membantu menyelesaikan kebutuhan terhadap tugas – tugas penggajian sekaligus mengelola produktivitas karyawan. 

Sebagai contoh, dari aktivitas kehadiran atau absensi yang tersimpan dalam manajemen SDM, nantinya akan dapat diketahui jumlah perhitungan upah karyawan. Selain itu, dari fungsi tersebut manajemen perusahaan dapat lebih mudah mengetahui karyawan mana yang paling produktif dan berhak mendapatkan reward atau bonus gaji.


Seiring waktu, hingga saat ini software payroll di Indonesia sudah semakin diterima oleh manajemen perusahaan. Fitur dan modul yang bermanfaat dapat menyederhanakan tugas tim HR dalam mengelola karyawa. Divisi SDM diakui sebagai salah satu bagian penting dalam kinerja perusahaan. Tetapi, jauh lebih penting agar manajemen dapat mempertahankan produktivitas karyawan sekaligus membuat karyawan lebih bahagia saat bekerja. 

4. Software payroll mendukung transparansi penggajian

Menurut penelitian pada 2013 tentang budaya kerja, karyawan milenial menginginkan keterlibatan dan lingkungan kerja yang kondusif ketimbang hanya sekadar gaji tinggi. Bagi milenial, percuma saja memiliki gaji tinggi tetapi harus dituntut bekerja di lingkungan kerja yang tekanan sangat tinggi dan tingkat stres tinggi. 

Itulah berbagai fenomena software payroll indonesia yang saat ini terjadi. Bukan tidak mungkin, fungsi payroll akan lebih inovatif sesuai dengan kebutuhan perusahaan di masa mendatang.

Belum ada Komentar untuk "Fenomena Software Payroll di Indonesia"

Posting Komentar

Sumber artikel: Pengetahuan penulis , pos tamu , tulisan temen dan situs lain

Jika ingin melakukan full copas/nyepin cantumkan sumber , dari pada site-mu saya laporkan ke DMCA ditandai sebagai web spam dan disembunyikan dari Serp

Apabila ditemukan dead link tolong beri tahu saya melalui komentar

Tidak menerima pemasangan slot iklan apapun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel